Selasa, 13 Maret 2018

PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Merumuskan dan melaksanakan kebijakan, menyusun norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan TIK, melaksanakan bimbingan teknis, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, pengembangan akses internet, layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi, layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi, Pengembangan Sumber Daya TIK Pemerintah Daerah Provinsi dan Masyarakat, dengan fungsi sebagai berikut :
Ø Penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang layanan infrastruktur dasar manajemen data TIK, layanan pengembangan akses intranet dan internet, serta layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi;
Ø Penyusunan bahan perumusan kebijakan layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi serta Pengembangan Sumber Daya TIK Pemerintah Daerah Provinsi dan Masyarakat
Ø Penyusunan bahan perumusan kebijakan; penyelenggaraan Government Chief Information Officer (GCIO) Pemerintah Daerah Provinsi dan Implementasi e-Government Kabupaten/kota serta layanan terpadu implementasi e-Government Kabupaten/Kota;
Ø Pelaksanaan kebijakan di bidang layanan infrastruktur dasar manajemen data TIK, layanan pengembangan akses intranet dan internet, serta layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi;
Ø Pelaksanaan kebijakan layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi serta Pengembangan Sumber Daya TIK Pemerintah Daerah Provinsi dan Masyarakat;
Ø Pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan Government Chief Information Officer (GCIO) Pemerintah Daerah Provinsi dan Implementasi e-Government Kabupaten/Kota serta layanan terpadu implementasi e-Government Kabupaten/Kota;
Ø Perumusan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelenggaraan di bidang layanan infrastruktur dasar manajemen data TIK, layanan pengembangan akses intranet dan internet, serta layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi;
Ø Perumusan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelenggaraan layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi serta Pengembangan Sumber Daya TIK Pemerintah Daerah Provinsi dan Masyarakat;
Ø Perumusan norma, standar, prosedur dan kriteria penyelenggaraan Government Chief Information Officer (GCIO) Pemerintah Daerah Provinsi dan Implementasi e-Government Pemerintah Provinsi NTB
Ø Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervis di bidang layanan infrastruktur dasar manajemen data TIK, layanan pengembangan akses intranet dan internet, serta layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi;

Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi membawahi :

Ø Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan TIK, norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan aplikasi TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi.

Ø Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, menyusun norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan infrastruktur TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, pengembangan akses intranet dan internet, layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi.

Ø Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok : Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan tata kelola TIK; bahan rumusan norma standar prosedur tata kelola TIK; melaksanakan bimbingan teknis, supervisi, pemantauan, evaluasi, pelaporan terhadap penguatan kapasitas sumber daya TIK


A. Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan untuk program pendidikan luar sekolah

Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi (Tony Bates, 1995). Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”.  Kata “identifikasi” berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Asal kata to identify sebagai kata kerja, dan identification sebagai benda.To identify  secara sederhana artinya adalah mengenali. Hubungannya dengan pembicaraan kita disini “identifikasi kebutuhan belajar” artinya ialah mengenali kebutuhan belajar seseorang atau masyarakat atau kelompok orang tertentu yang akan menjadi sasaran didik atau peserta didik.Sebagai pembawa program atau pelaksana program PLS, dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar paling tidak kita dituntut menyadari dua hal, yaitu mengapa kebutuhan belajar itu muncul dan untuk apa ia perlu dimunculkan?

Pertanyaan mengapa dan untuk apa dicari jawabannya melalui suatu proses yang panjang, baik proses pemikiran dengan mendasarkan pada latar belakang konsepsional, maupun proses penganalisaan situasi kongkret dari kondisi lingkungan masayarakat setempat. Proses pemikiran dan analisa situasi ini berjalan bermacam-macam dengan kegiatan identifikasi kebutuhan belajar itu sendiri. Sehingga pada waktu seorang pembawa program PLS mengatakan bahwa dirinya telah mengidentifikasi kebutuhan belajar, maka berarti bahwa proses pemikiran dan analisa itu pun  telah mencapai kesimpulan. Oleh karena itu di bawah ini akan kita tinjau lebih lanjut latar belakang mengapa dan untuk apa yang mendasari diidentifikasinya suatu kebutuhan belajar tertentu. Jadi identifikasi dalam TIK untuk pendidikan luar sekkolah  sangat penting karena itu sangat perlu dan bisa mengetahui apa kebutuhan dan apa yang  harus dilakukan pendidik guna nya agar pendidik dan peserta didik bisa memahami apa tujuan dan manfaat dari  Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut.

B. Penyusunan proposal tentang penggunaan Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK) 
Penyusunan proposal disini maksudnya membuat suatu rancangan yang diberikan kepada atasan atau dilaporkan kepada lembaga gunanya untuk mengembangkan dan menampilkan sebuah pemikiran kita terhadap penggunaan TIK dalam pls. Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi).
Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dampak positif misalnya, kemudahan dalam berkomunikasi lewat telepon seluler atau internet, mudahnya mendapatkan informasi dari internet, sekarang masyrakat tidak hanya bisa berkomunikasi lewat telepon seluler sedangkan  hal negatifnya ialah, banyaknya kasus penipuan lewat sms, akun facebook yang dibobol, dan yang lebih parah lagi sandi atau password ATM yang mudah dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Keuntungan kita menggunakan teknologi informasi dan komunikasi Membantu mempercepat pekerjaan manusia. 
Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan menjadi lebih cepat dan mudah. Misalnya, proses pembuatan proposal yaysan sosial, apabila menggunakan mesin ketik, maka diperlukan waktu yang lama dan dengan keakuratan yang rendah. Lain halnya apabila dikerjakan dengan menggunakan komputer dan printer untuk mencetaknya,pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan akurat untuk menyusun proposal yang akan dikerjakan.
1.Mempermudah komunikasi jarak jauh:
Sebelum adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, proses komunikasi masih bersifat analog. Untuk mengirimkan kabar menuju keluarga yang letaknya jauh, harus menggunkan surat dengan waktu tempuh lebih dari 2 hari, dan itupun terkadang tidak sampai pada tujuan. Dengan teknologi sekarang, bisa menggunakan sms, e-mail dan lain sebagainya yang merupakan produk teknologi informasi. Dengan menggunakannya, maka jarak yang jauh bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, waktu tempuhpun menjadi relatif singkat dengan keakuratan yang sangat terjamin.
2.Mempermudah sistem administrasi:
Sistem administrasi tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi lambat dan membutuhkan tempat yang besar. Dalam hal ini, misalny saja untuk proses penghitungan suara oleh KPU. Dalam hitungan jam saja, sudah bisa terakumulasi total suara dalam satu negara. Betapa besar manfaat adanya teknologi ini. Bisa dibayangkan seandainya tidak ada teknologi ini, mungkin diperlukan waktu hingga berbulan-bulan untuk melakukan penghitungan secara manual. Jadi kita sebagai calon pendidik harus mampu membuat sebuah rancangan atau proposal dalam penggunaan TIK supaya kita bisa mengembangkan ilmu yang didapat dan ilmu tersebut berguna bagi peserta didik apalagi tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi karena dizaman sekarang peserta didik harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan teknologi tersebut sangat berguna dalam proses pembelajaran.


Referensi:
http://diskominfotik.ntbprov.go.id/content/bidang-pengelolaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi

Kamis, 01 Maret 2018

PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)



A. KONSEP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Pembelajaran Elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Seiring kemajuan teknologi dan perubahan tren serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh atau yang biasa disebut dengan teleedukasi semakin meningkat pula.  

E-learning salah satu bagian dari tele-edukasi memberikan alternatif cara belajar baru dimana antara murid dan guru tidak berada pada ruang dan waktu yang sama, meskipun demikian, proses belajar dan mengajar tetap dapat berjalan dalam lingkungan virtual, oleh karena itu E-learning sering disebut juga dengan Virtual Learning Enviroment (VLE).

Karakterisrik-karakteristik E-learning :
a) Interactivity (Interaktivitas), terjadinya jalur kominikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchrounus), seperti chatting atau messenger atau secara tidak langsung (asynchrounus), seperti forum, mailing, list, atau buku tamu.
b) Indepedency (kemandirian), fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student centered learning).
c) Accessibility (Aksesibilitas), sumber-sumber belajar menjadi lebih muda diakses melalui pendistribusian dijaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensial.
d) Enrichment (pengayaan), kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah, dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti videostreaming, simulasi dan animasi. 

B. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Pembelajaran berbasis web melalui beberapa prinsip yang berperan dalam proses pembelajaran ini yaitu  :
1) Interaksi  
Interaksi yang berkomunikasi dengan yang lain menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar interaksi berarti kapasitas berbicara antarpeserta. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajan berbasis computer ( computer-Based Instruction). Hal ini berarti yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain yang kemungkinan tidak berada pada lokasi atau waktu yang sama.
Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antara manusia, tetapi menyediakan keterhubungan isi, dimana setiap orang dapat membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal ini menciptakan lapisan belajar dalam menciptakan pengembangan media
2) Ketergantungan  
Ketergantungan yang dimaksud adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Ada dua prinsip dalam ketergantungan ini yaitu, konsistensi dan kesederhanaan. Sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun materi dan aktivitas belajar lain.  

C. KONSEP BLENDED LEARNING
Blended learning terdiri dari kata blended (kombinasi/campuran) dan learning (belajar). Istilah lain yang sering digunakan adalah hybrid course (hybrid = campuran/kombinasi), course = mata kuliah). Makna asli sekaligus yang paling umum blended learning mengacu pada belajar yang mengkomunikasikam atau mencampur antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis komputer.

Berikut ini pengertian blended learning dari beberapa para ahli:
a) Thorne (2003), Blended learning adalah perpaduan dari teknologi multimedia, CD ROM, video streaming, kelas virtual, voicemail, email dan telefon conference, animasi teks online dan video-streaming. Semua ini dikombinasi dengan bentuk tradisional pelatihan di kelas. Blended learning menjadi solusi yang paling tepat untuk proses pembelajaran yang sesuai tidak hanya dengan kebutuhan pembelajaran akan tetapi juga gaya si pembelajar.

b) Harding, Kaczynski dan Wood (2005), Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh. 

c) Wilson & Smilanich (2005) menyimpulkan bahwa Blended learning adalah penggunaan solusi pelatihan yang paling efektif, diterapkan dalam cara yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

d) MacDonald (2008), istilah blended learning biasanya berasosiasi dengan memasukkan media online pada program pembelajaran, sementara pada saat yang sama tetap mempertahankan kontak tatap muka dan pendekatan tradisional yang lain untuk mendukung siswa. Istilah ini juga digunakan pada media asynchronous seperti email, forum, blogs atau wikis digabungkan dengan teknologi, teks atau audio sinkronus.

Jadi, belnded learning adalah pembelajaran kombinasi antara tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline), dan pembelajaran berbasis internet (online).

Pembelajaran berbasis belended learning, disamping untuk meningkatkan hasil belajar, juga bermanfaat untuk meningkatkan hubungan komunikasi pada tiga mode pembelajaran yaitu lingkungan pembelajaran yang berbasis ruang kelas tradisional, yang blended, dan yang sepenuhnya onlline.

Pembelajaran berbasis blended learning merupakan pilihan terbaik untuk meningkatkan efektifitas, efesiensi, daya tarik yang lebih besar dalam berinteraksi antar manusia dalam lingkungan belajar yang beragam. Belajar blended menawarkan kesempatan belajar untuk menjadi baik secara bersama-sama dan terpisah, demikian pula pada waktu yang sama maupun berbeda.

D. KARAKTERISTIK BLENDED LEARNING
Model pembelajaran blended learning memiliki beberapa karakteristik yaitu: model ini menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran yang berisi materi pembelajaran. Konsep Teknologi Informasi yang dapat didownload dimana dan kapan saja, tersedia modul forum diskusi, chatting dll yang dapat memudahkan dosen maupun mahasiswa dalam berinteraksi dengan materi kuliah maupun antara dosen dan mahasiswsa dam setelah diujicobakan maka deketahui bahwa pembelajaran menggunakan model blended learning yang dikembangkan memiliki kemenarikan yang baik.

Menurut sharpen et.al (2006:18) karakteristik blended learning adalah:
1) Ketetapan sember suplemen untuk program belajar yang berhubungan selama garis tradisional sebagian besar, melalui institusional pendukung lingkungan belajar virtual.
2) Transformasi tingkat praktik pembelajaran didukung oleh rancangan pembelajaran sampai mendalam.
3) Pandangan menyeluruh tentang teknologi untuk mendukung pembelajaran.

E. METODE BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Blended learning  adalah proses mempersatukan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan penggabungan sumber-sumber Virtual dan fisik untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan didalam pembelajaran. Istilah Blended Learning juga dikenal dengan sebutan hybrid learning dan mixed learning.  

Metode Blended Learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran Online, salah satunya, adalah untuk bertatap muka. Metode Blended yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (Psikomotorik) tertentu. Metode ini juga memberikan rasa keterkaitan pembelajar akan apa yang sedang dipelajarinya. Walaupun Online Learning memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk mengikuti pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Pembelajar sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam suatu komunitas yang sesungguhnya. Dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran.

F. PROSEDUR BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN
Blended leaarning dapat digunakan untuk pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh. Model yang bisa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh adalah model blended learninng. Model blended learninng merupakan kombinasi dari beberapa pendekatan pembelajaran yaitu pembelajaran conventinal berupa tatap muka dan e-learning yang berbasis internet. Proses pembelajarannya berupa keterpisahan, belajar mandiri, dan layanan belajar atau tutorial.
 
Gagne dalam Rusman (2013: 259) mengemukakan belajar yang efektif itu mempunyai beberap kriteri yaitu melibatka pembelajar dalam proses belajar, mendorong munculnya keterampilan untuk belajar mandiri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembelajar, dan memberi motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Model pembelajaran blende learning, bisa menggunakan tutorial. Tutorial adalah suatu proses pemberian bantuan dari seseorang kepada orang lain, baik secara perorangan maupun secara kelompok. Dalam konsep ini, tutorial merupakan layanan belajar yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dengan karakteristik yang berbeda seperti pendidik yang berfungsi sebagai seorang fasilitator.




REFERENSI:
https://benramt.files.wordpress.com/2014/11/kelompok-4-blended-learning-dalam-pembelajaran.pdf

PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Merumuskan ...